Setelah saya googling, apa yang saya alami ini sering dikenal sebagai Radang tenggorokan. Penyebabnya bermacam-macam antara lain:
1. Radang karena Infeksi.
radang karena infeksi disebabkan oleh virus dan bakteri. Bisa saja karena kecapekan keliling kerumah saudara jadi daya tahan tubuh menurun, terus Virus Flu (Influenza) menyerang deh. Viruz Flu bisa menyebabkan radang tenggorokan yang akan diikuti batuk, bersin-bersin, hingga demam.
2. Radang karena Non-Infeksi.
Radang Non-Infeksi ini adalah Radang yang terjadi karena Alergi, Kekeringan, Gerd, atau Iritasi.
Radang karena Alergi biasanya terjadi saat kita tidak sengaja menghirup debu, serbuk sari, bulu kucing atau sebagainya.
Radang karena kekeringan disini bukan karena kemarau panjang ya, tapi karena kondisi tenggorokan yang kering. Bisa karena cuaca panas dan kurang minum, atau karena bernafas lewat mulut karena hidung tersumbat.
Radang karena GERD atau meningkatnya asam lambung. asam lambung yang naik bisa memicu iritasi pada tenggrorokan, biasanya hal ini ditandai dengan mulas, mual, suara serak dan sensai adanya benjolan di tenggorokan.
Radang karena iritasi adalah radang yang disebabkan oleh terlalu berlebihan makan goreng-gorengan, keripik, makanan yang terlalu pedas atau asam, minuman yang terlalu dingin atau terlalu panas, juga bisa disebabkan oleh paparan asap rokok. perokok pasif memang lebih menderita ya,
dari artikel yang saya baca di mediskus.com tersebut. Saya menyimpulkan bahwa, hal yang menyebabkan meningkatnya jumlah pasien di klinik pasca lebaran, suara saya yang tiba-tiba hilang saat bangun tidur, juga anak saya yang tiba-tiba batuk-batuk, tak lain dan tak bukan adalah karena ulah kita sendiri.
bagaimana tidak, dalam sehari, berapa kali kita makan makanan yang berlemak (santan), baik berupa opor, kalio, gulai, rendang, sambel goreng. Atau berapa rumah yang kita singgahi sambil minum minuman kemasan beraneka rasa yang dingin-dingin. Berapa rumah yang kita datangi dari pagi hingga malam, menyepelekan rutinitas tidur siang anak-anak, mandi kemalaman, makan tidak teratur, kurang sayuran hijau dan buah. apalagi kalau bukan salah kita sendiri.
Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur, rendang telah berubah menjadi radang. Yang saya lakukan sekarang hanyalah berusaha mengobati dengan herbal (kalau belum demam belum kedokter hehehe..) antara lain:
1. Berkumur sampai ketenggorokan dengan air garam hangat.
2. Minum Teh lemon madu, atau teh jahe madu.
3. Menghindari dulu yang pedas, asam, dingin (es) dan yang terlalu panas.
4. Makan yang lembut-lembut, Bubur nasi, Nasi lembek.
5. Masak sup ayam porsi besar dengan kuah banyak untuk dikonsumsi sekeluarga seharian.
Semoga cepat sembuh untuk saya dan anda yang mungkin juga mengalami hal yang sama. Intinya selama kita makan, minum, istirahat teratur dan terkontrol, mau tiap hari lebaran juga oke oke saja.
Semoga bermanfaat.


Komentar
Posting Komentar