"Tapi ku mager... Tapi ku mager..."
pernah dengar lagu yang liriknya begitu?
Judulnya sih Mager lagu baru RAN. Tapi tahu gak sih, kalau kata itu sering terdengar jadi Baper? Cie... yang lagi baper....
Baper yang kependekan dari bawa perasaan ini, sekarang adalah kata yang sering kita dengar. Diucapkan oleh setiap kalangan. bukan hanya anaka remaja tapi juga ibu-ibu rumah tangga. Perasaan kalau udah namanya ibu rumah tangga kok kesannya kuno dan antik ya, padahal banyak juga ibu-ibu yang up to date. Ups, mulai baper.
Baper adalah suatu keadaan dimana seseorang merasa teringat kepada suatu peristiwa masa lampau apabila melihat atau mendengar sesuatu. Perasaan itu bahkan bisa menjadi komplikasi ketika tingkat bawa perasaannya sudah mencapai stadium 4, penderitanya bisa menangis atau tertawa sendiri. Ngeri juga ya.
Yang sering dilanda baper juga bisa jadi dari semua golongan, bukan hanya cewek yang katanya punya perasaan peka. Cowok juga bisa baper lho. Asal kamu tahu saja, kata-kata seperti "Terima kasih ya, sudah selalu ada buat aku." saja sudah bisa bikin bangsa laki-laki terkena syndrom baper.
Masa remaja, yang sering disebut masa mekar-mekarnya seorang insan manusia, juga merupakan masa dimana syndrom baper mulai sering menjangkiti. Masa putih abu-abu yang dipenuhi warna-warni cerita. Masa dimana insting tertarik pada lawan jenis mulai terasa.
Sebenarnya, apakah bawa perasaan itu baik bagi para remaja?
Menurut saya sih baik-baik saja ya, asal baper ke hal-hal yang positif dan membangun. Karena seringnya sih, remaja hanya terfokus pada hal-hal sepele seperti gaya bergaul, pacaran, handphone, tas, sepatu, model rambut hingga liburan. Hal-hal yang tidak membangun sama sekali buat masa depan, ya kan?
Baperlah wahai remaja. Saat melihat seorang kawan maju kedepan kelas menerima penghargaan dari kepala sekolah karena nilai matematika 100 terus. Baperlah saat mendengar temanmu ada yang diundang menjadi salah satu peserta pertukaran pelajar, keluar negeri pula. Baperlah!
Kalian juga boleh baper saat melihat nilai raport kalian membuat petugas damkar membunyikan sirinenya.
Tapi ingat. Boleh baper tapi segera balken, kembali ke kenyataan. Bahwa baper saja tidak akan membuatmu lebih baik.
Okay pasukan putih abu-abu? saatnya bangkit. Godaan untuk menyia-nyiakan masa muda itu sungguh sangat berat untuk dihadapai, dan bikin baper pula. Tapi kita bisa lihat siapakah yang pantas disebut pemenang. Kalau kita jadi penyebab bapernya orang-orang kan keren.
"Kehidupan ini seperti kaca, yang saat hancur, ia bisa disatukan lagi, namun tidak akan kembali seperti semula."
Enjoy your life, Stay Happy.

Komentar
Posting Komentar